AYAT RUQYAH SIHIR KEM4TIAN/ PENUTUP USAHA, SOSIAL, RUMAH TANGGA DLL
AYAT RUQYAH SIHIR KEM4TIAN/ PENUTUP USAHA, SOSIAL, RUMAH TANGGA DLL
Bismillah. Salah satu tujuan sihir adalah mematikan atau menutup, baik itu mematikan/ menutup jodoh, rumah tangga, karir , sosial dan usaha. Penyihir menggunakan media buhul sebagai representasi dari matinya sebuah hal. Misalnya buhul boneka pocong yang dipendam filosofinya adalah "korban sudah mati dan dipendam di kuburan".
Atau buhul dibuang di sungai atau laut dimana filosofinya supaya korban "megap megap setengah n4ti seperti mau tngglm". Atau buhul digantung dimana folosofinya supaya korban "terombang ambing, mau usaha sekeras apapun akan kembali kepada titik awal/ titik nol".
Oleh karena itu sahabat harus membaca ayat ruqyah yang relevan dengan filosofi tujuan sihir. Tentunya yang berlawanan dengan maksud dan tujuan sihir yang ditembakkan kepada anda. Saya menyarankan sahabat sesering mungkin membaca ayat ayat ruqyah berikut ini:
1. Ayat ruqyah wajib
Sahabat sering membaca ayat kursi, al falaq dan an naas sebagai ayat ruqyah yang harus sering diulang ulang. Direkomendasikan juga sahabat hapal ayat ruqyah untuk sihir. Lalu tiupkan ayat ruqyah tersebut ke tangan atau ke air untuk kemudian dipakai buat mandi atau diguyurkan depan ruko misalnya. Lakukan rutin.
2. Ayat tentang kekuasaan Allah membagi karunia sekaligus adzab
Sahabat harus memahami dan meyakini bahwa kekayaan atau kekurangan, hidup dan mati baik dalam arti kiasan atau arti yang sesungguhnya semua adalah ujian. Bukan karena sihir, setan atau yang lainnya tetapi karena memang Allah menghendaki demikian untuk menguji keimanan kita dan atau menggugurkan dosa dosa kita. Maka bacalah:
Surat Ali Imran Ayat 26
قُلِ ٱللَّهُمَّ مَٰلِكَ ٱلْمُلْكِ تُؤْتِى ٱلْمُلْكَ مَن تَشَآءُ وَتَنزِعُ ٱلْمُلْكَ مِمَّن تَشَآءُ وَتُعِزُّ مَن تَشَآءُ وَتُذِلُّ مَن تَشَآءُ ۖ بِيَدِكَ ٱلْخَيْرُ ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ
Arab-Latin: qulillāhumma mālikal-mulki tu`til-mulka man tasyā`u wa tanzi'ul-mulka mim man tasyā`u wa tu'izzu man tasyā`u wa tużillu man tasyā`, biyadikal-khaīr, innaka 'alā kulli syai`ing qadīr
Artinya: Katakanlah: "Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS Ali Imran: 26)
Surah Ali Imran ayat 27
تُولِجُ ٱلَّيْلَ فِى ٱلنَّهَارِ وَتُولِجُ ٱلنَّهَارَ فِى ٱلَّيْلِ ۖ وَتُخْرِجُ ٱلْحَىَّ مِنَ ٱلْمَيِّتِ وَتُخْرِجُ ٱلْمَيِّتَ مِنَ ٱلْحَىِّ ۖ وَتَرْزُقُ مَن تَشَآءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ
Arab-Latin: tụlijul-laila fin-nahāri wa tụlijun-nahāra fil-laili wa tukhrijul-ḥayya minal-mayyiti wa tukhrijul-mayyita minal-ḥayyi wa tarzuqu man tasyā`u bigairi ḥisāb
Artinya: Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau beri rezeki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab (batas)". (QS Ali Imran: 27)
Note: Bacalah ayat diatas dengan khusuk. Mungkin saat ini Allah hendak menguji kita dengan mencabut semua yang kita punya. Disisi lain (Ketika kita lulus) Allah kuasa untuk mengembalikan apa yang sudah dicabut bahkan melipatgandakannya. Bahkan Allah kuasa menghidupkan kembali apapun yang sudah mati. Baik mati rumah tangga, rezeki, sosial dll termasuk menghidupkan mahluk yang sudah mati. Baca sampai terasa lezat dan aromanya dalam qalbu.
3. Ayat tentang menghidupkan yang mati
Apa yang mati dalam diri anda? Yaitu apapun yang direfleksikan oleh buhul sihir. Misalnya mati rumah tangga, usaha, rezeki, sosial dll? Atau mati rasa sehingga tiada semangat hidup. Sampai sampai anda berkesimpulan sepertinya mustahil hidup kembali karena semua sudah mati. Tidak demikian, tetapi Allah kuasa menghidupkan apapun yang sudah mati, dan mematikan apapun yang hidup. Sering sering baca ini:
Surat Al-An’am Ayat 122
أَوَمَن كَانَ مَيْتًا فَأَحْيَيْنَٰهُ وَجَعَلْنَا لَهُۥ نُورًا يَمْشِى بِهِۦ فِى ٱلنَّاسِ كَمَن مَّثَلُهُۥ فِى ٱلظُّلُمَٰتِ لَيْسَ بِخَارِجٍ مِّنْهَا ۚ كَذَٰلِكَ زُيِّنَ لِلْكَٰفِرِينَ مَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ
Arab-Latin: A wa mang kāna maitan fa aḥyaināhu wa ja'alnā lahụ nụray yamsyī bihī fin-nāsi kamam maṡaluhụ fiẓ-ẓulumāti laisa bikhārijim min-hā, każālika zuyyina lil-kāfirīna mā kānụ ya'malụn
Artinya: Dan apakah orang yang sudah mati kemudian dia Kami hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat manusia, serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita yang sekali-kali tidak dapat keluar dari padanya? Demikianlah Kami jadikan orang yang kafir itu memandang baik apa yang telah mereka kerjakan. (QS Al An'am: 122)
4. Ayat tentang Yang Memberi Rezeki
Sahabat harus sering membaca ayat Al Qur'an tentang rezeki dan meyakini bahwa hanya Allah saja yang memberikan rezeki kepada seluruh mahluknya. Bahkan memberi rezeki (penghidupan) tanpa perhitungan kepada siapa saja yang dikehendaki. Bacalah
Surat Asy-Syura Ayat 19
ٱللَّهُ لَطِيفٌۢ بِعِبَادِهِۦ يَرْزُقُ مَن يَشَآءُ ۖ وَهُوَ ٱلْقَوِىُّ ٱلْعَزِيزُ
Arab-Latin: Allāhu laṭīfum bi'ibādihī yarzuqu may yasyā`, wa huwal-qawiyyul-'azīz
Artinya: Allah Maha lembut terhadap hamba-hamba-Nya; Dia memberi rezeki kepada yang di kehendaki-Nya dan Dialah Yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa. (QS Asy Syuro: 18)
Ada banyak ayat lain yang relevan. Saya hanya memberikan beberapa contoh saja. Yang penting maksud dan tujuannya sahabat paham. Yang penting konsepnya dipahami.
Silahkan dibaca setiap saat setiap waktu ayat ayat yang saya share diatas sampai kerasa gurihnya dalam hati. Ketika anda bisa merasakannya itulah yang disebut prasangka dalam bingkai iman. Pada saat anda berprasangka baik kepada Allah maka "Allah sesuai persangkaan hamba_Nya".
Ketika prasangka kita kepada Allah lebih dominan maka ini disebut cahaya keimanan yang mulai bersinar. Dan cahaya inilah yang akan menghancurkan semua ikatan sihir dan jin. Sebaliknya jika keyakinan kita kepada Allah melemah karena lebih meyakini kekuatan sihir, maka ikatan itu semakin kuat dan kehidupan anda semakin hancur.
Pilih kita yang menghancurkan ikata sihir, atau sihir yang menghancurkan kita?
Semoga bermanfaat
Wallaahu A'lam
Pendekar Langit
Komentar
Posting Komentar