CIRI-CIRI PENYAKIT 'AIN
CIRI-CIRI PENYAKIT 'AIN
Ciri 'ain itu bergantung pada kuat dan lemahnya pelempar 'ain atau bergantung pada banyak dan sedikitnya orang yang melemparkan 'ain.Jadi disini bisa saja penyebab dari penyakit fisik dan jiwa itu adalah 'ain.Ciri sebelum diruqyah untuk orang dewasa:
1.Sakit kepala sebagian dan berpindah-pindah
2.Wajah yang menguning
3.Banyak berkeringat dan kencing
4.Tidak ada nafsu makan
5.Ujung kaki dan tangan mati rasa
6.Sakit yang berpindah-pindah pada bagian bawah pundak dan punggung
7.Tubuh terasa panas walaupun cuaca dingin
8.Berdebar-debar
9.Sedih dan dada terasa sesak
10.Berkeringat pada malam hari,terutama kening dan punggung
11.Emosional dan ketakutan
12.Sering mimpi menakutkan seperti; mimpi melihat ular,kalajengking,serangga,atau binatang.
13.Berobat ke dokter tidak bisa sembuh
14.Tiba-tiba tidak mau bergaul
15.Terasa berat di pundak,ujung kepala,dan terasa ditusuk-tusuk pada ujung kaki dan tangan.
16.Sulit konsentrasi
17.Suka menyendiri
18.Perubahan drastis dari baik menjadi tidak baik
19.Merasa benci atau kesal untuk keluar rumah
20.Melihat banyak mata memandang ke arahnya, baik di dalam mimpi maupun ketika sadar.
21.Tidak bisa tidur pada waktu malam
22.Tubuh kurus karena tidak nafsu makan
Ciri-cirinya pada anak-anak usia sekolah adalah :
1.Panas yang tinggi
2.Yang awalnya rajin tiba-tiba malas.
3.Yang awalnya murid yang pintar tiba-tiba down
4.Tidak bisa konsentrasi
5. Denyut jantung tak beraturan dan terkadang berdegup sangat kencang.
6.Bandel dan tidak nurut pada ortu
Adapun ciri-cirinya pada bayi adalah :
1.Badan panas bukan karena medis
2.Selalu menangis dan tidak mau netek.Ini juga bukan karena medis.
3.Kurus kering seperti kurang gizi padahal makanan tercukupi.
4. Kejang-kejang tanpa sebab yang jelas.
5.Denyut jantung tak beraturan dan terkadang berdegup sangat kencang.
Ciri-ciri ketika dan sesudah diruqyah :
1.Banyak menguap(Tanda ada setannya).
2.Menangis tanpa disadari
3.Tubuh bergetar terutam tangan dan kaki
4.Banyak sendawa
5.Timbul bintik-bintik merah pada tubuh atau timbul jerawat.
6.Banyak buang angin (kentut).
7.Tenggorakan gatal
8.Keluar cairan dari hidung mirip orang sedang filek.
9.Muntah lendir berbusa putih atau kuning.
10.Muncul lebam warna coklat atau biru
11.Dada yang awalnya terasa sesak menjadi plong
12.Mata perih,berkedip-kedip cepat.
13.Perut mual
Ada beberapa penyakit yang ditimbulkan oleh 'ain dan hasad.Perlu diketahui 'ain dan hasad itu bisa menimbulkan penyakit-penyakit medis tidak seperti gangguan jin atau sihir yang pada umumnya hanya memperparah penyakit yang sudah ada sebelumnya.Jadi 'ain dan hasad ini penyakit yang lebih berbahaya dari sihir dan gangguan jin.
Berikut beberapa penyakit medis yang murni disebabkan oleh 'ain dan hasad :
1.Penyakit kanker dengan berbagai macamnya
2.Gegar otak
3.Asma
4.Lumpuh
5.Mandul
6.Diabetes
7.Tekanan darah tinggi
8.Haid tidak lancar
9.Beberapa penyakit jiwa
10.Penyakit jantung
Sebab-sebab tertimpa 'ain
1.Jauh dari Allah.Melanggar perintah Allah.Sebagian besar waktunya dihabiskan didepan televisi menonton tontonan yang semakin menjauhkannya dari Allah.
2.Lalai dari ketaatan kepada Allah.Apabila seseorang itu lalai dari ketaatan kepada Allah,maka setan manusia dan jinlah yang akan mengganggunya.
3.Tidak memperhatikan zikir-zikir pagi dan petang.Zikir-zikir ini adalah benteng yang kokoh yang akan membentengi seseorang dari segala keburukan.
Bagaimana cara seseorang itu tertimpa 'ain?
Berkata syeikh Abdulloh bn Al-Jibrin rahimahulloh:" 'ain itu diikuti oleh setan dari golongan jin dan mendatangkan mudharat bagi orang yang terkena 'ain dengan izin Allah.Contoh nya seperti; Ada seseorang yang melihat temannya sedang makan rakus sekali lalu berkata :
" waaaah...kamu makan seperti binatang! Disaat dia menggambarkan temannya rakus seperti binatang dan kebetulan pada saat itu didekatnya ada setan,maka setan cepat meleset dan menyakiti orang yang tadi digambarkan seperti binatang itu,dan akhirnya dengan izin Allah diapun sakit karena 'ain.
عَنْ جَابِرٍ قَالَ سَمِعْتُ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ :إِنَّ الشَّيْطَانَ يَحْضُرُ أَحَدَكُمْ عِنْدَ كُلِّ شَىْءٍ مِنْ شَأْنِهِ
"Dari Jabir Ra berkata:Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda :
"Sesungguhnya syaithan selalu mendatangi seseorang diantaramu dalam segala sesuatu dari urusannya".(HR. Muslim).
Dari hadits diatas kita ketahui bahwa setan itu selalu ikut campur dalam semua urusan kita.Kalimat" dalam semua urusan" adalah maknanya umum termasuk dalam urusan 'ain ini".
Oleh karenanya, panah yang keluar dari mata adalah panah berupa ungkapan tentang sifat seseorang, ia adalah racun lisan, buktinya adalah seorang yang buta bisa menimpakan penyakit ‘ain kepada orang lain, dan Setan yang selalu mengintai melahap ungkapan lisan yang tidak dibarengi dengan menyebut nama ALLAH sehingga bisa berpengaruh pada jasad orang yang didengki dengan izin ALLAH jika jasad tersebut tidak dibentengi (dengan Dzikir dan Wirid).
Ibnu Qoyyim rohimahulloh mengatakan bahwa terkadang seseorang bisa mengarahkan ‘ain kepada dirinya sendiri. Pelakunya termasuk jenis manusia yang paling jahat.
Ibnu Jauzi berkata : “Pandangan baik yang bercampur dengan hasad, iri, dengki dan kejelekan lainnya terjadi karena orang yang memandang tersebut memiliki tabiat dan perilaku yang jelek, laksana sesuatu yang beracun (yang mulai mengalir di dalam tubuh).”
Namun terkadang pengaruh buruk ‘ain terjadi tanpa kesengajaan dari orang yang memandang takjub terhadap sesuatu yang dilihatnya. Lebih dari itu pengaruh buruk ini juga bisa terjadi dari orang yang hatinya bersih atau orang-orang yang sholih sekalipun mereka tidak bermaksud menimpakan ‘ain kepada apa yang dilihatnya. Hal ini pernah terjadi diantara para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, padahal hati mereka terkenal bersih, tidak ada rasa iri atau dengki terhadap sesamanya. Akan tetapi dengan izin Alloh dan takdirnya, pengaruh buruk ‘ain ini dapat terjadi diantara mereka.
Ibnul Qayyim dalam Zaadul Ma’ad (4:153) berkata :
ونفس العائن لا يتوقف تأثيرها على الرؤية ، بل قد يكون أعمى فيوصف له الشيء فتؤثر نفسه فيه وإن لم يره ، وكثير من العائنين يؤثر في المعين بالوصف من غير رؤية
“’Ain bukan hanya lewat jalan melihat.Bahkan orang buta sekali pun bisa membayangkan sesuatu lalu ia bisa memberikan pengaruh ‘ain meskipun ia tidak melihat. Banyak kasus yang terjadi yang menunjukkan bahwa ‘ain bisa menimpa seseorang hanya lewat khayalan tanpa melihat".Pada umumnya reaksi pengaruh pandangan mata ini lebih cepat terjadi kepada orang-orang yang “kosong” dari dzikir kepada Allah swt.Allah berfirman di dalam Alqur’an yang artinya :
وَإِنْ يَكَادُ الَّذِينَ كَفَرُوا لَيُزْلِقُونَكَ بِأَبْصَارِهِمْ لَمَّا سَمِعُوا الذِّكْرَ وَيَقُولُونَ إِنَّهُ لَمَجْنُونٌ.
“Dan sesungguhnya orang-orang kafir itu benar-benar hampir menggelincirkan kamu dengan pandangan mata mereka, tatkala mereka mendengar Al-Qur’an dan mereka berkata : “Sesungguhnya ia (Muhammad) benar-benar orang yang gila)".
(QS. Al-Qalam : 51).
Imam Al-Qasthalani berkata: "Apabila seseorang itu melihat sesuatu kepada orang lain dengan penuh kekaguman (tanpa dibarengi dzikrullah) maka bisa terjadi suatu bahaya kepada orang yang dipandangnya. Dan pandangan orang itu seperti panah beracun yang siap untuk menikam korbannya!
Ibnu Hajar berkata : "Sebagian orang merasa bingung, mereka bertanya : "Bagaimanakah cara kerja ‘ain sehingga bisa memudharatkan orang dari jarak yang jauh?". Sudah banyak sekali orang yang tertimpa sakit dan kekuatannya melemah hanya karena pandangan mata, semua itu terjadi karena ALLAH menciptakan di dalam unsur ruh suatu kekuatan yang bisa memberikan pengaruh, dan karena pengaruh tersebut sangat berkaitan dengan mata maka pengaruh yang ditimbulkannya disebut al-ain (mata), sebenarnya bukan mata yang memberikan pengaruh akan tetapi yang sebenarnya terjadi adalah pengaruh ruh, maka pandangan y
ang keluar melalui mata seorang (yang hasad atau kagum) adalah panah maknawi yang jika mengenai suatu jasad yang tidak berperisai maka panah tersebut akan mempengaruhi badan dan jika tidak berpengaruh berarti ia tidak mengenai sasarannya akan tetapi kembali kepada pemiliknya, persis sama dengan panah biasa”.
Bagaimana kita mengetahui orang yang melemparkan 'ain? Ada keadaan dimana kita bisa mengetahui siapa sebenarnya orang yang melemparkan 'ain, dan keadaan ini bisa membantu kita dalam melakukan tuduhan pada orang tersebut yaitu :
1.Orang yang terkena 'ain ingat temannya atau keluarganya telah membicarakan dirinya dan memujinya tanpa memberkahinya.
2.Orang yang terkena 'ain merasa antipati,ingin menghindari,atau lari dari orang tertentu padahal tidak ada permusuhan atau tidak ada masalah yang terjadi dengan orang tersebut.Jadi cuma merasa kurang enak saja terhadapnya.Menyebut atau ingat namanya saja langsung sesak atau mual.
3.Orang yang terkena 'ain dikasi tau oleh orang lain bahwa si fulan telah memujinya tanpa memberkahi.Jadi ke tiga keadaan tersebut diatas masuk pada daftar orang-orang yang patut di curigai/dituduh.
Timbul pertanyaan apa itu tidak termasuk prasangka buruk?Tentu itu tidak masuk pada prasangka buruk selama kita tidak menjelek-jelekkan orang yang kita curigai itu ditempat umum dengan kata lain berghibah.Dalil kita adalah hadits yang masyhur dan perhatikan kalimat yang ada dalam kurung yaitu :
عَنْ أَبِي أُمَامَةَ بْنِ سَهْلِ بْنِ حُنَيْفٍ ، قَالَ : مَرَّ عَامِرُ بْنُ رَبِيعَةَ بِسَهْلِ بْنِ حُنَيْفٍ ، وَهُوَ يَغْتَسِلُ فَقَالَ : لَمْ أَرَ كَالْيَوْمِ ، وَلاَ جِلْدَ مُخَبَّأَةٍ فَمَا لَبِثَ أَنْ لُبِطَ بِهِ ، فَأُتِيَ بِهِ النَّبِيَّ صَلَّى الله عَليْهِ وسَلَّمَ فَقِيلَ لَهُ : أَدْرِكْ سَهْلاً صَرِيعًا,( قَالَ مَنْ تَتَّهِمُونَ بِهِ قَالُوا عَامِرَ بْنَ رَبِيعَةَ ) ، قَالَ : عَلاَمَ يَقْتُلُ أَحَدُكُمْ أَخَاهُ ، إِذَا رَأَى أَحَدُكُمْ مِنْ أَخِيهِ مَا يُعْجِبُهُ ، فَلْيَدْعُ لَهُ بِالْبَرَكَةِ ثُمَّ دَعَا بِمَاءٍ ، فَأَمَرَ عَامِرًا أَنْ يَتَوَضَّأَ ، فَغَسَلَ وَجْهَهُ وَيَدَيْهِ إِلَى الْمِرْفَقَيْنِ ، وَرُكْبَتَيْهِ وَدَاخِلَةَ إِزَارِهِ ، وَأَمَرَهُ أَنْ يَصُبَّ عَلَيْهِ قَالَ سُفْيَانُ : قَالَ مَعْمَرٌ ، عَنِ الزُّهْرِيِّ : وَأَمَرَهُ أَنْ يَكْفَأَ الإِنَاءَ مِنْ خَلْفِهِ.
“Dari Abu Umamah bin Sahl bin Hunaif, ia berkata : Amir bin Rabi’ah melewati Sahl bin Hunaif ketika ia sedang mandi, lalu Amir berkata: Aku tidak melihat seperti hari ini; kulit yang lebih mirip dengan kulit wanita yang dipingit, maka tidak berapa lama kemudian Sahl terjatuh, lalu beliau dibawa kepada Nabi shallallahu’alaihi wa sallam, seraya dikatakan : “Selamatkanlah Sahl yang sedang terbaring sakit.” Beliau bersabda : “Siapa yang kalian curigai telah menyebabkan ini?” Mereka berkata: “Amir bin Rabi’ah".
Beliau bersabda : “Kenapakah seorang dari kalian membunuh saudaranya? Seharusnya apabila seorang dari kalian melihat sesuatu pada diri saudaranya yang menakjubkan, hendaklah ia mendoakan keberkahan untuknya.” Kemudian beliau meminta air, lalu menyuruh Amir untuk berwudhu, Amir mencuci wajahnya, kedua tangannya sampai ke siku, dua lututnya dan bagian dalam sarungnya. Dan Nabi shallallahu’alaihi wa sallam memerintahkannya untuk menyiramkan bekas airnya kepada Sahl.” Berkata Sufyan, berkata Ma’mar dari Az-Zuhri : Beliau memerintahkannya untuk menyiramkan air dari arah belakangnya".
(HR. Ibnu Majah dari Abu Umamah bin Sahl bin Hunaif, Shahih Ibni Majah : 2828).
______________________________
Silahkan gabung & sharring seputar ruqyah Solo di WA Group "Ruqyah Syar'iyyah Solo" (GRATIS)
Klik:
http://bit.ly/Terapi_Al-Quran2
Komentar
Posting Komentar